Tim Robotik SMKN 1 Ampelgading beradu dalam Kompetisi Robot Jateng Fair 2010

SEMARANG- Kompetisi robot penjejak garis (line follower) yang mengembangkan peranti elektronika dengan teknologi sederhana soal sensor cahaya, banyak diminati.

Puluhan tim beradu kecepatan dalam kegiatan yang digelar di Balai Sumbing Kompleks PRPP dalam rangkaian Jateng Fair, Minggu (4/7).

Panitia lomba Yuda Setiabudi mengatakan, dengan peserta kompetisi dari kalangan pelajar tingkat SMP dan SMA se-Jateng, diharapkan mampu merangsang minat menekuni keterampilan membuat robot yang kini sedang menjadi tren. Penilaian kompetisi ini berdasarkan kecepatan waktu yang ditempuh robot dalam mencapai garis finish.

Lintasan garis yang dibuat mirip sirkuit balap ini lengkap dengan kelokan serta tanjakan dan turunan. Selain kecepatan waktu, hal lain yang juga dinilai adalah jarak terjauh yang ditempuh, apabila ternyata dalam kesempatan waktu yang diberikan tidak mampu menjangkau garis finish. Tim SMKN 1 Ampelgading juga ikut memeriahkan loma robotik ini, Tim SMKN 1 Ampelgading terdiri dari 2 siswa (Arrobi Mustaqim dan Aan Gunawan, keduanya siswa ELIN) dan pembimbing Ahmad Sholeh,S.Pd. Tim SMKN 1 Ampelgading dengan nama Tim Gading Kreasi, untuk kompetisi ini belum mampu meraih juara, meskipun demikian tim telah mampu tampil optimal. Dalam kegiatan ini yang lebih penting adalah pembelajaran tentang robotik bagi peserta lomba. Seperti yang dikatakan oleh pembimbing, bahwa pada event ini target utamanya adalah mengenalkan kepada siswa ELIN SMKN 1 Ampelgading agar mampu menerapkan kemampuan ilmu elektronika pada Teknologi robotik yang saat ini menjadi tren, dan yang lebih penting lagi adalah menanamkan rasa percaya diri pada siswa agar memiliki mental yang kuat sehingga menjadi lulusan yang mampu menguasai IPTEK yang up to date. Ketika berkompetisi dalam event seperti lomba ini maka akan memancing kreatifitas dan keberanian pada siswa agar mampu tampil dalam event sejenis di lain waktu. Tim Gading Kreasi berharap tahun depan kegiatan ini masih diadakan lagi karena event ini bermanfaat bagi pembentukan kreatifitas siswa.

Dalam lomba robotik ini meski komponen elektronik yang dibuat robot itu sama, dalam penerapannya akan lain. Ini bisa dilihat dari kecepatan maupun kemampuan sensor mengikuti garis lintasan,” katanya.

Workshop

Kompetisi ini digelar hasil kerja sama Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP Iptek) Jakarta dan PRPP. Ada 19 tim dari tingkat SMP/MTs dan 17 tim dari tingkat SMA/MA/SMK.

Yuda menjelaskan, sebelum mengikuti perlombaan, peserta mengikuti workshop terlebih dulu. Selanjutnya mereka diberikan papan printed circuit board atau PCB serta komponen elektronik lainnya. Peserta menambah komponen untuk gear box dan motor sendiri.

Prinsip kerja alat itu adalah berdasarkan teknik pantulan cahaya yang ditangkap oleh photodiode dari sebuah LED. Komponen ini berfungsi sebagai sensor garis, sehingga motor tetap berjalan menyusuri garis lintasan.
”Rangkaian komponen elektronik ini memang terbilang sederhana, karena biayanya tidak lebih dari Rp 50.000. Diharapkan dari kegiatan ini pelajar bisa mengetahui prinsip kerja robotik dalam industri,” katanya.

Pada kompetisi tersebut, di kategori yunior tampil sebagai juara I SMP IT Harapan Bunda, disusul MTs Negeri Kudus (juara II), dan SMP 1 Kudus (juara III). Sementara kategori senior SMA 1 Salatiga (juara I), tim SMK Wisuda Karya merebut juara II dan III sekaligus. Untuk penghargaan best design SMP 1 Kudus dan SMK Texmaco.

About bangsoy

Hidup Untuk berkarya

Posted on 5 Juli 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: