Emotional Spiritual Quotion

Berkembangnya teknologi dan kehidupan urban jaman sekarang mengharuskan manusia untuk memiliki pengetahuan dan high self-awareness sebagai bekal hidup. Manusia terlahir dengan memiliki lapisan otak luar atau neo-cortex yang membantu manusia dalam hal berhitung, mengoperasikan komputer, aljabar, dan lain-lain. Melalui penggunaan otak neo-cortex inilah lahir Intellectual Quotion (IQ) atau kecerdasan intelektual. Terdapat beberapa kasus dimana orang yang memiliki IQ tinggi namun sayang tidak berhasil dalam kehidupan pribadi atau pekerjaan.

Terdapat juga orang yang memiliki IQ biasa-biasa saja namun sukses dalam karir karena umumnya mereka lebih luwes dalam bergaul dan berjiwa sosial tinggi. Ini yang dinamakan Emotional Quotion (EQ) atau kecerdasan emosional, dan pada otak bagian lebih dalam dari neo-cortex-lah EQ dihasilkan. Dibalik adanya IQ dan EQ, masih ada nilai-nilai lain yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya, yaitu Spiritual Quotion (SQ) atau kecerdasan spiritual. Tanpa adanya SQ, segala kebaikan dan kelebihan dari IQ dan EQ tidak akan membawa efek yang optimal dalam hidup didunia dan akhirat.

Untuk menyelaraskan antara IQ, EQ dan SQ terdapat sebuah model yang dapat membuat ketiga unsur tersebut menjadi satu kesatuan yang berintegrasi, yang bernama ESQ Model. Gambaran sederhana model ini adalah berupa lingkaran yang terbagi atas 3 bagian, dimana IQ terletak dilapisan terluar, EQ di lapisan tengah, dan SQ terletak dipusat lingkaran atau dengan kata lain sebagai pusat orbit.

Banyak manusia modern sekarang menderita penyakit yang dinamakan spiritual illness. Hal ini terjadi akibat kesalahan orientasi dalam menjalani kehidupan, mereka menyangka bahwa makna kehidupan bisa diraih melalui materi namun sebenarnya makna yang paling tinggi dan paling bernilai, dimana manusia akan merasa bahagia, justru terletak pada aspek spiritualisnya. Jika manusia sudah dapat merasa dilihat oleh Sang Pencipta atau sebaliknya merasa dilihat-Nya, inilah yang dinamakan spiritualisasi kehidupan dan apabila dapat sepenuhnya mengabdi dan ikhlas kepada kehendak Tuhan YME, bisa dipastikan ia akan memiliki hidup dan jiwa yang lebih tenang dan tenteram.

Selain proses pada otak, terdapat juga unsur lain yang sangat penting bagi manusia, yaitu hati nurani atau God Spot. Di dalam God Spot terletak dorongan-dorongan yang berhubungan dengan Asmaul Husna, atau sifat-sifat baik dari Tuhan YME. Sifat-sifat tersebut jika dipahami dan dijalani akan membuka potensi-potensi dasyat spiritual manusia.

Cara yang dapat kita jalani untuk mencapai God Spot adalah rumus 01, maksudnya adalah apabila kita menuhankan Tuhan Yang Satu (1) dan kemudian kita meletakkan diri kita sebagai hamba dengan men”zero”kan diri di hadapan-Nya atau mensucikan hati, maka kita akan menuju ke sebuah Kekuatan Sang Maha Tak Terhingga yang akan mendekatkan diri pada nilai-nilai Ilahi yang terdapat dalam diri untuk mengangkat kedasyatan pikiran bawah sadar manusia.

Intinya jika manusia mengenal diri sendiri secara spiritual, ia juga akan mengenal siapa Tuhannya. Pada saat itulah terjadi sebuah perubahan energi spiritual, dan terjadi juga perubahan cara pandang dan cara berpikir kita sebagai manusia yang tentunya akan mempengaruhi ketenangan dan keselarasan hidup.

About bangsoy

Hidup Untuk berkarya

Posted on 21 November 2009, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: