Berpolitiklah Secara Santun dalam Pilpres 2009

Kampanye pemilu presiden telah dimulai semenjak 2 juni kemarin, ada yang menarik dari euforia pilpres 2009 yaitu, munculnya 3 pasang capres dan cawapres yang masing-masing pasangannya salah satunya adalah mantan jendral.

Lepas dari masalah tersebut, tentunya perang pencitraan antar calon telah dimulai, baik melalui munculnya iklan di media cetak dan media elektronik.

Selain itu para tim sukses juga sudah mulai gencar membangun opini dari masing-masing jagonya, baik melalui kampanye dialogis maupun melalui acara khusus tentang pilpres 2009 yang diadakan stasiun TV swasta maupun TV pemerintah.

Ada yang menarik dari kegiatan kampanye pilpres 2009 yang telah berlangsung yaitu statemen masing-masing tim sukses yang merasa kalau calonnya yang paling hebat, sehingga kadang sampai berlebihan dalam memberikan pernyataan dan argumentasinya saat dialog dengan audien.

Baik dan tidaknya seorang capres dan cawapres sebenarnya tidak usah dilebih-lebihkan karena bagaimanapun rakyat sudah pandai dalam menilai masing-masing calon. Rakyat sekarang lebih berpengalaman, karena dari pemilu sebelumnya wong cilik yang susah mencari kerja, kemiskinan tak kunjung lepas dari rakyat kita selalu jadi bahan kampanye tetapi secara realistis belum terentaskan. Kita juga sadar kalau pemilu 2009 ini lebih seru karena masing-masing muncul dengan anggapan paling TOP capres dan cawapresnya.

Ada hal penting yang lebih harus diutamakan dalam pilpres 2009 ini yaitu membangun suasana yang lebih sejuk bagi rakyat indonesai, harapannya para capres dan cawapres jangan saling serang apa lagi mencerca dan menghujat satu sama lain. Kita dapat melihat melalui media kalau masing-masing jubir tim sukses kelihatan merasa paling pinter, ini juga tidak baik.

Ingat politik Indonesia boleh demokratis tetapi harus tetap santun dan ramah serta harus menjunjung tinggi akhlak yang mulia, janganlah bercita-cita ingin lebih demokratis tetapi tidak ramah(bukti sudah ada, yaitu para tim sukses  tanpa malu-malu mengejek dan menghujat lawannya). Sebagai orang timur kita harus sadar, kita jangan sampai hanya karena ingin dipandang demokratis tetapi etika dikesampingkan. Pendiri bangsa ini sudah susah payah memerdekakan negeri ini, tentunya jangan dinodai dengan sikap dan langkah elit politik yang cenderung berhaluan liberal. Ingat mengisi kemerdekaan lebih sulit, jangan sampai kita merdeka secara fisik tetapi kita terjajah hati dan akhlalnya. Maka berpolitiklah denagn santun, maka akan membawa berkah seluruh negeri.

Ingat , kita sering lalai dengan sesuatu yang prinsip tetapi lebih senang meributkan sesuatu yang sepele. Negeri ini akan maju dan jaya hanya oleh orang-orang yang ikhlas dalam mengabdi pada negeri, bukan karena demokratisasi yang kebablasan. Elit politik harus sadar mereka walaupun sekolah di negara yang liberal jangan bawa budaya dan sikap liberalnya ke negeri ini.

Indonesia saat ini sangat membutuhkan pemimpin yang cerdas, santun, bijak dan berakhlak, bukan pemimpin yang pintar tetapi jahat, fakta sudah ada dengan adanya korupsi dimana-mana, itu mencerminkan mereka pintar tetapi jahat dan jelek moralnya. Bangsa ini adalah bangsa yang subur dan penuh dengan SDA yang melimpah, kenapa sampaii terpuruk hingga punya hutang banyak, jawabannya sederhana karena pemimpinnya nda amanah.

Ingat, kalau soal amanah dan tidaknya pemimpin negeri jangan hanya menyalahkan presidennya, tentu dari gubernur hingga ke tingkat RT harus introspeksi bersama, merenungkan apa yang telah diperbuat.

Pilpres 2009 tidak akan berarti apa-apa jika yang ada hanya pentas hujat menghujat nasional, pilpres 2009 yang berarti adalah pilpres damai tanpa kekerasan, dan terpilihnya Capres/cawapres yang amanah, santun, cerdas, tegas, berpihak pada rakyat, lebih mandiri dengan potensi negeri.

Marilah kita ciptakan pemilu presiden yang lebih sejuk dan damai.

Ingat para elit politik, jangan korbankan rakyat dengan sepak terjang elit yang sembrono dan egois dengan kemampuan inteleknya saja tanpa akhlak yang mulia. Ingat setiap pemimpin akan dimintai tanggung jawabnya kelak.

Tim sukses jangan sombong dengan jargon-jargon politiknya.

Tim sukses jangan saling serang satu sama lain.

Capres/cawapres bersikaplah yang lebih santun dan bersahabatlah antar calon. Jangan merasa paling hebat. Negeri ini mendampakan kedamaian dan kemajuan yang relistis dan bermartabat.

About bangsoy

Hidup Untuk berkarya

Posted on 4 Juni 2009, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: